Kuliner

Rujak Cingur yang Legendaris

Posted on

Jika kita berjalan – jalan ke Surabaya, tidak lengkap jika belum mencicipi salah satu kuliner legendaris khas Surabaya yaitu Rujak Cingur. Seperti halnya kuliner Surabaya lainnya dengan ciri khas rasa gurih petis dan cenderung pedas, Rujak cingur ini juga memiliki perpaduan rasa yang sama, hanya saja rasa pedasnya Nendang banget. Nggak afdol rasanya makan rujak cingur tanpa berpeluh peluh kepedasan.
Apa sih yang membedakan antara rujak biasa dengan rujak cingur? Bedanya cuman pada cingurnya aja. Jadi rujak cingur itu rujak biasa yang ditambahi Cingur atau dalam Bahasa Jawa Berarti hidung.
Untuk membuat Rujak cingur ini terdapat dua bahan utama : Mentahan Dan Matengan. Bahan Mentahan terdiri atas buah-buahan segar seperti bengkoang, belimbing, nanas, mangga, kedondong, timun dll. Kalau bahan Matengan terdiri atas lontong, tempe dan tahu goreng, gimbal tempe, bendoyo dan sayur mayur yang terdiri atas kecambah, kangkung dan kacang panjang.
Waktu beli rujak cingur ada dua pilihan, campur atau matengan. Kalau matengan berarti hanya menggunakan bahan bahan yang sudah dimasak tanpa buah buahan. Sedangkan kalau campur, berarti menggunakan kedua bahan, baik matengan maupun mentahan.
Sausnya terbuat dari ulekan kacang goreng, petis udang, gula merah dikit, asam, cabe, bawang putih goreng dan gedang klutuk (pisang klutuk) muda. Biasanya setiap penjual memiliki resep rahasia dengan mencampurkan berbagai macam petis udang untuk menghasilkan rasa gurih yang berbeda.
Semua bahan diiris iris termasuk cingur, ditata diatas pincuk yang terbuat dari daun pisang. Kemudian ditumpangi dengan sayuran lalu disiram dengan saus kacang dan disajikan bersama krupuk. Tekstur cingurnya terasa kenyal dan ada juga bagian cingur lainnya yang kalau dimakan rasanya kayak makan tulang lunak, ngeri-ngeri sedap.

Fashion

Jaket Kulit Pria Asli Garut

Posted on
Jaket Kulit Pria Asli Garut

Jaket Kulit Pria Asli Garut

Jaket kulit memang sudah tidak dikenal diseluruh dunia bahkan para desainer global mencari mode terbaru dari jaket kulit. Umumnya jaket kulit itu sendiri digunakan oleh kaum laki-laki kurang lebih 75% pria di dunia mencari jaket kulit, serta 25% kaum wanita.

Selain fungsi utamanya adalah menjadi baju penghangat sekarang jaket kulit sudah dimasukan kedalam kategori fashion. Salah satunya kota yg sudah populer pada Indonesia yang merupakan produsen jaket kulit adalah Garut. Selain mengunjungi atau datang ke kota garut untuk menikmati pemandangan. Garut juga menyediakan wisata untuk mencari oleh-oleh khasnya salah satunya artinya jaket kulit yang terbuat dari kulit domba asli.

Selama berabad-abad, jaket kulit telah digunakan kaum laki-laki dengan menampilkan kesan keren, berani, berkelas serta elegan. Rancangan Jaket Kulit untuk pria bebeda dengan rancangan jaket kulit wanita, dan sangatlah krusial apa perbedaan diantara mereka. Beberapa perbedaan mendasar merupakan antara jaket kulit pria dan wanita

Ukuran

Ukuran ini memang sangat mencolok dalam disparitas, buat jaket kulit pria didesain lebih panjang dan lebih besar . Sedangkan untuk perempuan identik lebih ramping atau lebih slim, pemotongan pinggang juga lebih tinggi serta mempunyai poly ruang dibagian dada wanita.

Kancing dan Ritsleting

Posisi tombol serta ritsleting jua menjadi perbedaan tetapi banyak orang yg tidak terlalu memperhatikan. buat pria umumnya berada disebelah kanan, dan untuk wanita umumnya disebelah kiri.

Warna

Warna  yang menjadi perbedaan utama. Kaum pria umumnya menyukai warna hitam dan coklat sebab menampilkan kesan gagah serta berani. Sedangkan buat wanita lebih menyukai warna ungu, merah, putih, orange, serta merah belia dengan bahan dasar rona hitam, coklat dan abu-abu.

Model

Dalam bentuk ataupun model desain juga berbeda antara Jaket Kulit laki-laki serta wanita. Untuk pria lebih pada style, keren, gagah, dengan bagian dada yg bidang, sedangkan buat wanita lebih kepada slim serta bagian dadanya banyak ruang.

Sudah taukan pilihan jaket kulit terbaik untuk kamu saat ini?

Kesehatan

Ini Bahayanya Minyak Goreng

Posted on

Minyak yang digunakan berulang-ulang hingga berubah warna dapat menyebabkan banyak penyakit.

Minyak yang sudah dipakai menggoreng dan sudah berubah warna, meski baru satu kali pakai, sudah harus dibuang. Kalau tidak, akan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Begitu pula dengan penyakit tidak menular yang banyak disebabkan karena pemakaian minyak rusak. Sehingga lebih banyak dialami oleh para masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.
Kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif, seperti kanker, penumpukan lemak di hati, dan yang paling populer yaitu jantung koroner.

Untuk melakukan tindakan pencegahan, sebaiknya kita lebih selektif lagi dalam memilih minyak goreng. Ciri-ciri yang paling mudah dilihat adalah minyak yang berwarna bening. Serta berbentuk lebih encer, sehingga membuat minyak yang menempel pada makanan menjadi lebih sedikit. Pilih juga minyak yang tidak mudah beku, sebab itu berarti mempunyai kandungan lemak jenuh lebih sedikit.
Minyak yang baik tidak memiliki rasa atau tawar seperti air saat dicecap dalam mulut.