FashionTips

Perbedaan Jahitan Tangan Dengan Jahitan Mesin Untuk Kulit

Perbedaan Jahitan Tangan Dengan Jahitan Mesin Untuk Kulit

Perbedaan Jahitan Tangan Dengan Jahitan Mesin Untuk Kulit

Jika anda sering mengamati leather goods atau produk kulit asli, anda akan tau bahwa kualitas jahitan sangat penting, dan terdapat perbedaan antara jahit mesin dan jahit tangan. Tidak hanya kualitas kulit, jenis benang atau hardware saja yang penting untuk menentukan kualitas leather goods. Teknik menjahit dan keahlian
sang pengrajin dalam menjahit dapat menghasilkan estetika dan tingkat ketahanan yang berbeda.

Proses Locking Stitch (Jahitan Mesin)
Menjahit dengan mesin jahit memerlukan 2 benang – benang pertama terletak pada ujung jarum yang berlubang sedangkan benang kedua terletak di dalam mesin pada gelendongnya (atau bobbin). Pada saat menjahit, benang pertama akan menusuk leathernya, lalu disangkutkan kepada benang kedua oleh bobbin hook dari mesin tersebut, dan ditarik kembali ke atas oleh jarum sehingga terbuat sebuah jahitan. Kedua benang saling terkunci satu sama lain, dan oleh karena itulah dipanggil sebagai locking stitch.

Proses Running Stitch (Jahitan Tangan)
Menjahit kulit dengan tangan memerlukan satu benang saja yang sudah diukur sesuai panjangnya jahitan yang diperlukan, dan dua jarum yang dipasangkan pada kedua ujung benang tersebut. Namun, karena masing-masing pengrajin pun mempunyai teknik mereka sendiri untuk menjahit, artikel ini tidak akan terlalu membahas detilnya.

Tapi, perlu diketahui bahwa semua dilakukan dengan tangan, seperti pembuatan lubang yang diperlukan untuk menjahit menggunakan leather iron prick, chisel, atau kadang awl, dan setiap jahitan pun memerlukan ketekunan, fokus, konsistensi, dan kesabaran yang tinggi agar dapat terlihat rapih. Pembuatan leather goods handmade biasa menghabiskan paling banyak waktu dalam menjahit.

Karena jahit mesin memerlukan dua benang sedangkan jahit tangan hanya memerlukan satu, jahitan tangan mempunyai daya tahan yang lebih kuat dibanding jahitan mesin. Ini karena pada saat salah satu benang dari jahitan mesin rusak atau kusut, terdapat kemungkinan besar keseluruhan jahitan tersebut akan rusak dan lepas atau longgar.

Jahitan tangan yang hanya menggunakan satu benang untuk menjahit cenderung lebih kuat karena hal ini.
Dalam segi estetika, jahitan mesin mungkin terlihat rapih, lurus, dan mungkin lebih tipis dibanding jahitan hasil tangan, tapi terdapat nilai seni dan unik dalam jahitan tangan yang mempunyai aksen khusus yang bergantung pada alat yang digunakan.

Leather iron prick, chisel, atau awl yang membantu pengrajin untuk melubangi kulit terdapat dalam banyak jenis dari bentuk lubang hingga jarak antara lubang yang dihasilkan. Lebihnya lagi, terdapat juga beberapa tipe benang berkualitas tinggi yang hanya bisa digunakan dengan hand-stitching atau jahit tangan, seperti benang Fil Au Chinois Lin Câblé yang lebih kuat dengan daya tahan lebih tinggi dari benang nylon tapi tidak bisa digunakan pada mesin karena teksturnya yang tidak konsisten.

Terdapat juga berbagai cara dan model untuk menjahit dengan tangan, yang tidak bisa direplikasi dengan mesin. Penjahitan unik ini bisa menjadi aksen dan nilai seni lebihbagi leather goods tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara stitching dan lacing yang sering digunakan untuk handmade leather goods.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *